Nasiku Sudah Menjadi Bubur

Dahulu di Desa amat tenang dan damai. Banyak pepohonan rindang, angin yang sejuk, sungai yang jernih airnya sangat dingin, banyak binatang bermain dengan bebas. Tetapi sekarang semua itu telah berubah. Rindangnya pepohonan telah berubah menjadi gedung-gedung tinggi, angin yang sejuk berubah menjadai panas efek dari gedung-gedung berkaca, sungai yang dulunya jernih sekarang tercemari banyaknya sampah dan cairan zat kimia, nyanyian-nyanyian binatang telah berubah menjadi riuhnya klakson kendaraan, asap kenalpot, kemacetan, dan polusi dimana-mana.

Seorang tua paruh baya dengan anaknya menelusuri sungai di samping jalan raya, nampak sedang mencari botol plastik bekas minuman untuk dijual demi sesuap nasi. Nampak kesedihan terlintas di wajah sang paruh baya yang sudah keriput itu, yang menatap sungai tempat dulu ia bermain waktu kecil, sekarang sudah tercemari oleh banyaknya sampah dan kotoran.

"Ini semua salah kami orang-orang terdahulu. Demi uang kami rela menjual tanah kelahiran kami yang indah dan subur itu, sehingga anak-anak kami tidah bisa menikmati dunia seperti kami dulu. Aku menyesal" tak sengaja kudengar perkataan yang keluar dari mulut orang tua itu sambil menatapi sungai dengan air yang terus mengalir dikedua matanya.

"Lalu mana janji-janji untuk mengganti daerah kami yang dulu?, uang pengganti tanahku sudah kuhabiskan untuk menafkahi keluargaku. Lalu dengan relanya kami tinggal di pinggir sungai dengan mendirikan rumah kecil dengan papan triplek. Maafkan ayahmu nak! Kalau seandainya bapak tahu begini jadinya, bapak akan pertahankan syurga tempat bapak tinggal dulu." orang tua itu menyambung perkataannya dengan air yang semakin deras membasahi wajahnya, dan penyesalan yang menerkam perasaannya.

Perasaanku sangat tertampar setelah menyaksikan oang tua itu, yang terus menyalahkan dirinya sendiri. Dimanakah otak pemerintah yang rela membodohi orang-orang lemah. Selamat tinggal kekayaan alam Indonesia, yang berusaha direbut oleh petinggi-petinggi, penguasa di Negeri sendiri.

#monyokroom

Embungpas_Lobar, 03 November 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biogtafi Singkat SLANK

Menjaga Warisan Dari Nenek Moyang

Policik

Merdeka?