Postingan

Menjaga Warisan Dari Nenek Moyang

Gambar
Kamis, 17 Oktober 2019, Bapak Syahrul Qodri selaku dosen mata kuliah filologi memberi kami tugas untuk mencari seorang tokoh masyarakat suku Sasak yang memiliki naskah kuno, untuk kami mempelajarinya. “Tentu saja tujuan utama dari tugas ini tidak lain supaya kita bisa mengetahui dan mempelajari peninggalan atau warisan dari nenek moyang kita sendiri” . Minggu, 20 Oktober 2019, saya bersama tiga teman saya yaitu Mia, Wahyu, dan Helmi berangkat menuju Desa Abiantubuh, tepatnya menuju rumah Pak Ikin Setiawan seorang tokoh masyarakat di daerah tersebut. Pak Ikin sendiri adalah usulan dari Mia, yang katanya mempunyai naskah kuno yang kami cari. Sesampai di Abiantubuh kami masuk ke lingkungan Karang Parwa, kawasan tempat Pak Ikin tingal. Ditengah perjalanan kami berhenti di salah satu warung untuk menanyakan tempat Pak Ikin tinggal, karena kami belum tahu pasti dimana tempat rumah Pak Ikin. Tak lama kemudian kami diarahkan menuju ke rumah Pak Ikin. Singkat cerita kami sampai di r...

Biogtafi Singkat SLANK

Gambar
Logo Slank Awal Karier Slank Cikal bakal lahirnya Slank adalah dari sebuah grup band bernama Cikini Stones Complex (CSC), yang dibentuk oleh Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimo Setiawan Sidharta (dikenal dengan Bimbim) pada 26 Desember 1983, yaitu grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta. CSC terdiri dari Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal), dan Well Welly (vokal), yang banyak mengekspresikan kecintaan pada lagu-lagu Rolling Stones. Grup ini tidak bertahan dan membubarkan diri. Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean, atau lelaki urakan, dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Potlot 14 jadi markas besar mereka dan menjadi situs wajib yang harus dikunjungi para Slanker. Mereka sempat tam...

Merdeka?

Gambar
"Merdeka untuk dijajah sesama anak bangsa adalah hal yang paling menyakitkan.” Ungkap Bung Tomo. Bung Tomo bernama asli Sutomo, arek Surabaya yang lewat suaranya mengobarkan perang 10 November 1945 melawan Inggris dan Belanda, agar kemerdekaan bangsa Indonesia tak lagi lepas dijajah bangsa Asing.  Meskipun kemudian dia sempat menyesalinya. Setelah Indonesia merdeka, dia menyadari bahwa ternyata perjuangan kemerdekaan yang penuh darah dan nyawa malah melahirkan penjajahan model baru, modern, dari saudara sebangsa, setanah air. Disaat dia mundur dari panggung politik, kata-katanya terekam abadi. “Lebih mudah menghadapi musuh orang asing, dari pada melawan penjajah di Negeri sendiri” Sindiran untuk para bangsat koruptor, yang seenak-enaknya korupsi seakan-akan tidak menghargai perjuangan para pejuang kemerdekaan yang berjuang dengan tumpah darah, bahkan rela mati demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Bahkan banyak kita saksikan sekarang, anak-anak bangsa yang lebih hafal mengenal nama-n...

Nasiku Sudah Menjadi Bubur

Gambar
Dahulu di Desa amat tenang dan damai. Banyak pepohonan rindang, angin yang sejuk, sungai yang jernih airnya sangat dingin, banyak binatang bermain dengan bebas. Tetapi sekarang semua itu telah berubah. Rindangnya pepohonan telah berubah menjadi gedung-gedung tinggi, angin yang sejuk berubah menjadai panas efek dari gedung-gedung berkaca, sungai yang dulunya jernih sekarang tercemari banyaknya sampah dan cairan zat kimia, nyanyian-nyanyian binatang telah berubah menjadi riuhnya klakson kendaraan, asap kenalpot, kemacetan, dan polusi dimana-mana. Seorang tua paruh baya dengan anaknya menelusuri sungai di samping jalan raya, nampak sedang mencari botol plastik bekas minuman untuk dijual demi sesuap nasi. Nampak kesedihan terlintas di wajah sang paruh baya yang sudah keriput itu, yang menatap sungai tempat dulu ia bermain waktu kecil, sekarang sudah tercemari oleh banyaknya sampah dan kotoran. "Ini semua salah kami orang-orang terdahulu. Demi uang kami rela menjual tanah kelahiran kam...

Policik

Gambar
Ketika Matahari terbenam dari arah barat, gelap mulai menyelimuti jalanan Kota. Gatot berjalan di atas trotoar jalanan Kota tersebut.  Di sekeliling jalanan kota itu banyak terpampang baliho-baliho beserta pernak-pernik partai politik. Tak kalah juga potret sangar para calon Politikus yang sudah menghiasi samping jalanan. Mulai dari jalan raya, jalan menuju desa-desa, jalanan pelosok, dan gang-gang kecil. Karena sebentar lagi pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Gatot mulai tersenyum membaca visi misi yang ada di baliho-baliho tersebut. "Ah... paling nanti kalau sudah terpilih pasti mengingkari janji-janjinya, visi misinya, dasar politikus kampret" Gatot tersenyum sembari geleng-geleng kepala. Gatot yang sangat membenci perpolitikan semenjak kedua orang tuanya berpisah gara-gara berbeda pilihan ketika pemilihan capres cawapres tahun lalu. Dan akhirnya berpisah karena Bapaknya memarahi Ibunya karena pilihan Ibunya yang berhasil menjadi Presiden, lalu mengingkari janji-janj...